Konsultasi
Penyakit Infeksi

Waspada DBD di Musim Hujan: Kenali Fase Kritis dan Tanda Bahayanya

Demam berdarah dengue (DBD) bisa berbahaya justru saat demamnya mulai turun. Mengenali fase kritis dan tanda bahayanya adalah kunci agar penderita tertolong tepat waktu.

Ilustrasi nyamuk Aedes aegypti di musim hujan dan grafik suhu tubuh pola pelana kuda pada DBD

Mengapa DBD perlu diwaspadai saat musim hujan?

Musim hujan menciptakan banyak genangan air bersih, tempat favorit nyamuk Aedes aegypti bertelur. Akibatnya, kasus DBD biasanya meningkat pada musim hujan dan masa pancaroba.

131.393kasus DBD di Indonesia, Januari–Oktober 2025
544kematian pada periode yang sama

Sumber: Kementerian Kesehatan RI, disampaikan 5 November 2025. DBD dapat menyerang semua usia, dari anak-anak hingga orang dewasa.

Apa itu DBD dan bagaimana penularannya?

DBD disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti betina yang terinfeksi. Nyamuk ini aktif menggigit pada siang hari dan berkembang biak di air jernih yang tergenang, seperti bak mandi, ember, vas bunga, dan barang bekas.

DBD tidak menular langsung dari orang ke orang. Namun, nyamuk yang menggigit penderita dapat menularkan virus ke anggota keluarga lain. Karena itu, penderita sebaiknya tidur memakai kelambu dan seluruh penghuni rumah memakai losion antinyamuk.

Virus dengue memiliki empat tipe. Seseorang bisa terkena DBD lebih dari sekali, dan infeksi kedua dengan tipe berbeda berisiko lebih berat.

Tiga fase DBD: waspada saat demam turun

Perjalanan DBD sering digambarkan seperti pelana kuda: demam tinggi, lalu turun, kemudian naik sedikit lagi saat pulih. Fase paling berbahaya justru terjadi ketika demam turun, karena saat itu cairan darah dapat merembes keluar dari pembuluh darah dan memicu syok.

Suhu tubuh tinggi pada hari 1–3, turun pada fase kritis hari 4–6, lalu sedikit naik saat pulih FASE KRITIS 24–48 jam paling berbahaya suhu normal 123 456 78 hari sejak demam
Hari 1–3

Fase demam

Demam tinggi mendadak, nyeri kepala, nyeri di belakang mata, nyeri otot dan sendi, mual, kadang bintik merah di kulit.

Lakukan: banyak minum, istirahat, turunkan demam, periksa ke dokter.

Hari 4–6

Fase kritis

Demam turun, tetapi terjadi kebocoran plasma selama 24–48 jam. Risiko syok dan perdarahan; trombosit dapat turun tajam.

Lakukan: jangan mengira sudah sembuh; pantau ketat tanda bahaya.

Setelah fase kritis

Fase pemulihan

Nafsu makan membaik, buang air kecil lancar, kadang muncul ruam gatal yang hilang dalam sekitar seminggu.

Lakukan: tetap cukupi cairan dan kontrol sesuai anjuran dokter.

Waktu tiap fase bisa berbeda pada setiap orang. Hitung hari sejak demam pertama kali muncul, karena dokter akan menanyakannya.

Tanda bahaya: segera ke IGD

Bawa penderita ke IGD rumah sakit saat itu juga jika muncul salah satu tanda berikut, terutama ketika demam mulai turun:

  • Muntah terus-menerus atau tidak bisa minum.
  • Nyeri perut hebat.
  • Lemas sekali, mengantuk terus, atau justru gelisah.
  • Perdarahan: mimisan, gusi berdarah, muntah darah, BAB hitam, atau haid lebih banyak dari biasa.
  • Pusing berat atau hampir pingsan.
  • Tangan dan kaki pucat, dingin, dan lembap.
  • Sedikit atau tidak buang air kecil selama 4–6 jam.
119
Tanda-tanda ini dapat menjadi awal syok

Peserta BPJS Kesehatan dalam kondisi gawat darurat dapat langsung ke IGD tanpa surat rujukan.

Telepon 119
Segera periksakan ke dokter sejak awal bila penderita:

bayi, lansia, ibu hamil, memiliki penyakit penyerta seperti diabetes atau penyakit jantung, atau tinggal sendiri dan jauh dari fasilitas kesehatan.

Perawatan di rumah bila dokter mengizinkan rawat jalan

Tidak semua penderita DBD perlu dirawat inap. Bila dokter menyatakan cukup rawat jalan, lakukan hal berikut:

  1. Cukupi cairan.Minum lebih banyak dari biasa. Selain air putih, berikan minuman yang mengandung gula dan elektrolit, seperti oralit, susu, jus buah, minuman isotonik, atau air tajin.
  2. Turunkan demam dengan parasetamolsesuai dosis pada kemasan atau anjuran dokter, dengan jarak minimal 6 jam. Kompres hangat di dahi, ketiak, dan lipatan tubuh juga membantu.
  3. Hindari ibuprofen, aspirin, dan obat antinyeri sejenis (NSAID).Obat-obat ini dapat memperberat perdarahan.
  4. Istirahat cukupdan kurangi aktivitas.
  5. Pantau setiap harijumlah minum, frekuensi buang air kecil, dan ada tidaknya tanda bahaya.
  6. Periksa darah dan kontrol setiap hariselama masih demam, sesuai anjuran dokter, untuk memantau trombosit dan hematokrit (kekentalan darah).
  7. Cegah penularan di rumah.Penderita tidur memakai kelambu, dan anggota keluarga memakai losion antinyamuk.
Belum ada obat antivirus khusus untuk DBD.

Jangan mengandalkan jamu, jus jambu, atau suplemen sebagai pengganti pemeriksaan dokter. Kunci pengobatannya adalah pemantauan dan cairan yang tepat.

Pencegahan: 3M Plus dan Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik

Cara paling efektif mencegah DBD adalah memutus perkembangbiakan nyamuk. Kementerian Kesehatan mengampanyekan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus, dilakukan rutin minimal seminggu sekali:

M1

Menguras

Bak mandi, ember, tempat minum hewan, wadah di bawah kulkas, dan dispenser.

M2

Menutup

Drum, gentong, dan tandon air ditutup rapat.

M3

Mendaur ulang

Botol, kaleng, dan ban bekas yang dapat menampung air.

Plus, yaitu upaya tambahan untuk mencegah gigitan nyamuk:

  • Menaburkan bubuk larvasida (abate) pada tempat air yang sulit dikuras.
  • Memakai losion antinyamuk dan tidur memakai kelambu.
  • Memelihara ikan pemakan jentik.
  • Menanam tanaman pengusir nyamuk.
  • Mengatur cahaya dan ventilasi rumah.
  • Tidak menggantung pakaian di dalam rumah.

Melalui Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik, setiap rumah dianjurkan memiliki satu anggota keluarga yang rutin memeriksa dan memberantas jentik nyamuk di rumahnya.

Vaksin dengue

BPOM telah memberikan izin edar vaksin dengue (Qdenga) pada Agustus 2022 untuk usia 6–45 tahun, diberikan dua dosis dengan jarak 3 bulan. Vaksin dapat diberikan kepada orang yang pernah maupun belum pernah terkena DBD.

Vaksinasi dengue belum menjadi program imunisasi nasional, sehingga saat ini diperoleh secara mandiri atau melalui program pemerintah daerah. Konsultasikan dengan dokter apakah vaksin ini sesuai untuk Anda dan keluarga. Vaksin melengkapi, bukan menggantikan, 3M Plus.

Penutup

DBD dapat dicegah dan sebagian besar penderitanya pulih bila ditangani tepat waktu. Ingat pola pelana kuda: saat demam turun, jangan lengah. Cukupi cairan, hindari obat antinyeri golongan NSAID, dan segera ke IGD bila muncul tanda bahaya. Lindungi keluarga dengan 3M Plus setiap minggu.

Artikel ini bersifat edukasi dan tidak menggantikan pemeriksaan langsung oleh dokter. Bila ragu dengan kondisi penderita, segera periksakan diri.

Referensi

  1. Kementerian Kesehatan RI. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/9845/2020 tentang Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Infeksi Dengue pada Dewasa. 2020.
  2. Kementerian Kesehatan RI. Kemenkes Keluarkan Surat Edaran Pemberantasan Sarang Nyamuk 3M Plus dan Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik. Surat Edaran Nomor PM.01.11/MENKES/591/2016.
  3. Kementerian Kesehatan RI. Tangkal Dengue dengan Pendekatan Terintegrasi Lingkungan, Vektor, dan Manusia. 9 Februari 2026.
  4. Badan POM RI. Persetujuan Izin Edar Vaksin Dengue (Qdenga) untuk Usia 6–45 Tahun. 8 September 2022.
  5. detikHealth. Kemenkes: 131 Ribu Orang Indonesia Kena DBD Sepanjang 2025, Meninggal 544 Jiwa. 6 November 2025.
  6. Antara. Musim Hujan, Kemenkes Ingatkan DBD Bisa Serang Usia Dewasa. 3 Oktober 2022.
  7. Centers for Disease Control and Prevention. Clinical Care of Dengue. Diperbarui 15 April 2026.

Butuh pemantauan di rumah?

Familia Medika melayani home visit dokter dan pemantauan pasien di Yogyakarta untuk kondisi yang tidak gawat darurat. Bila muncul tanda bahaya, segera ke IGD atau hubungi 119.

Konsultasi via WhatsApp